Obstruksi Usus dan Pengobatanya

| 04/26/2013 | 0 Comments

Obstruksi Usus (Perut, Pencernaan, Usus).Obstruksi usus atau sering disebut ileus obstruktif merupakan kegawatan dalam bedah abdomen yang sering dijumpai, merupakan 60-70% seluruh kasus akut abdomen yang bukan appendisitis akut.

Di Indonesia, tercatat 7.059 kasus yang dirawat inap dan 7.024 kasus rawat jalan pada 2004, sedangkan di Amerika, diperkirakan sekitar 300-400 ribu kasus tercatat tiap tahunnya (Jeekel, 2003).
Deskripsi
Obstruksi Usus Perut Pencernaan Usus Obstruksi Usus (Perut, Pencernaan, Usus).Obstruksi usus terjadi akibat penyumbatan baik sebagaian atau keseluruhan usus.Obstruksi Usus (Perut, Pencernaan, Usus)

Obstruksi Usus

Obstruksi Usus

Penyebab

Obstruksi dapat disebabkan oleh ileus–kondisi ketika usus tidak berfungsi secara normal. Pemicunya adalah gangguan “mekanis” di usus. Gangguan mekanis usus, dipicu oleh beberapa faktor:

* hernia
* tinja
* empedu
* tumor di usus
* jaringan yang tidak normal
* benda asing yang tertelan

Gejala

gejala umum dari obstruksi usus antara lain:

  • Kembung
  • Mual
  • Muntah

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah untuk dekompresi usus dengan menggunakan nasogastric (NG) tabung dimasukkan ke dalam perut atau usus. Penggunaan alat tersebut dimaksudkan untuk mengurangi distensi abdomen dan muntah.

Obstruksi usus sendiri dapat diartikan sebag­ai adanya sumbatan mekanik yang terja­di di usus, baik yang sifatnya parsial maupun total. Penyebab yang paling sering dari obstruksi usus adalah adhesi (perlekatan), yakni ditemukan > 50%  dari semua kasus, pada 3-6 bulan setelah operasi abdomen.

3,4 Pembagiannya secara garis besar meliputi obstruksi usus atas dan obstruksi usus bawah. Obstruksi usus atas meliputi usus halus (duodenum, jejunum, dan ileum) dan obstruksi usus bawah meliputi kolon. Sedangkan kelainan mekanik penyebab obstru­ksi usus dapat dikelompokkan dalam tiga penyebab utama, yaitu intraluminal (contoh­nya bolus makanan, benda asing), obstruksi yang timbul dari lesi pada dinding usus (tumo­r, Crohn disease), dan ekstrinsik (adhesi, hernia, volvulus).4,5

Obstruksi lebih sering terjadi pada usus ha­lus daripada usus besar. Keduanya me­miliki cara penanganan yang agak berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Obstruksi usus halus yang dibiarkan dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi usus dan memicu iskemia, nekrosis, perforasi dan kematian, sehin­gga penanganan obstruksi usus halus lebih ditujukan pada dekompresi dan menghilangkan penyebab untuk mencegah kematian.6

Obstruksi kolon sering disebabkan oleh neoplasma atau kelainan anatomi seperti volvulus, hernia inkarserata, striktur atau obstip­asi. Penanganan obstruksi kolon lebih kompleks karena masalahnya tidak bisa hilang dengan sekali operasi.

Terkadang cukup sulit untuk menentukan jenis operasi kolon karena diperlukan diagnosis yang tepat tentang penyebab dan letak anatominya. Pada kasus keganasan kolon, penanganan pasien tidak hanya berhenti setelah operasi kolostomi, tetapi membutuhkan radiasi dan sitostatika lebih lanjut. Hal ini yang menyebabkan manajemen obstruksi kolon begitu rumit dan kompleks daripada obstruksi usus halus.7

Incoming search terms:

  • obstruksi usus
  • obat ileus
  • penyakit ileus
  • gejala obstruksi usus
  • penyebab obstruksi usus
  • obat obstruksi usus
  • dekompresi usus adalah
  • Penyumbatan usus
  • obstruksi usus adalah
  • gejala penyumbatan usus

Category: ARTIKEL KESEHATAN

Leave a Reply

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss